Dilema Saat Ingin Melakukan Veneer Gigi Konsultasikan Sendiri ke Dokter

Penampilan yang kurang menarik dapat menghilangkan rasa percaya diri seseorang. Terlebih lagi ketika harus bertemu banyak orang dan mempunyai penampilan yang membuat diri sendiri kurang merasa nyaman. Misalnya seperti warna gigi yang tidak putih.

Saat ini ada tren veneer yang sedang banyak diminati para masyarakat. Tindakan Medis seperti veneer ini memang tidak boleh dilakukan sembarangan. Untuk itu sebelum melakukannya ada baiknya jika Anda mengkonsultasikan kepada dokter gigi. 


Fakta dibalik Dari Veneet Gigi
Saat ini Anda tidak perlu datang ke klinik atau Rumah Sakit secara langsung dan bertatap muka dengan dokter. Untuk konsultasi bisa dilakukan secara online. Tentu saja hal ini bisa Anda lakukan cukup dengan menggunakan aplikasi SehatQ.

Melalui aplikasi ini Anda tidak hanya bisa berkonsultasi dengan dokter profesional saja. Namun Anda juga bisa menemukan segudang informasi penting seputar kesehatan. Informasi tersebut pastinya sudah terjamin kebenarannya, sehingga Anda tidak akan menemukan hoax medis.

Sebelum memutuskan untuk melakukan Veneer Gigi, sebaiknya Anda mengetahui fakta di balik dari penggunaan vemneer untuk gigi diantaranya yaitu sebagai berikut:

Veneer tidak Dapat dilepas
Anda tidak dapat melepas veneer secara sembarangan, karena veneer tersebut dipasang secara permanen dan hanya dokter gigi lah yang dapat melepasnya. Pada biasanya venner akan bertahan kisaran 10 hingga 20 tahun. Bahkan ada juga yang jauh lebih lama. Apabila venner kurang perawatan maka tidak mampu bertahan lama dan veneer harus segera diganti.

Warna Putih Pada Gigi Terlalu Mencolok
Warna gigi yang terlalu putih justru dianggap tidak wajar dan tidak memperlihatkan kesan yang natural. Untuk itu sebelum tindakan medis venner dilakukan Anda bisa mengkonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu seputar warna veneer yang lebih natural dan disesuaikan dengan warna kulit. Untuk pilihan warna netral Anda dapat memilih soft white.

Dapat Pecah
Apabila penggunaan veneer tidak berhati-hati maka dapat menimbulkan veneer pecah. Kondisi seperti ini bisa saja terjadi karena mengunyah makanan terlalu keras atau gigi tertabrak sesuatu. Bagi Anda yang menggunakan veneer gigi maka lebih berhati-hatilah. Sebaiknya hindari makanan yang mempunyai tekstur keras maupun mengunyah terlalu cepat.

Gigi Lebih Sensitif
Sebelum tindakan medis veneer dilakukan maka gigi akan di kikis kisaran 0,5 mm agar terdapat ruang untuk pemasangan venner. Gigi yang sensitif dikarenakan pengikisan yang membuat kekuatan pada gigi berkurang.

Ketika pertama kali pemasangan gigi akan terasa ngilu ketika mengkonsumsi makanan panas atau makanan dingin. Bahkan gigi juga berubah lebih sensitif pada saat menggigit makanan terlalu keras.

Rentan Terhadap Iritasi
Tidak hanya bagian gigi saja yang terasa sensitif, namun bagian gusi juga sangat rentan terhadap iritasi. Secara umum iritasi yang terjadi pada gusi dapat dirasakan oleh pasien ketika awal pemasangan. Gusi harus bisa menyesuaikan bentuk gigi baru. Apabila tidak menjaga kebersihan mulut dan area gigi dengan baik maka juga dapat menimbulkan iritasi pada gusi.

Veneer bisa dilakukan hanya untuk menambal gigi yang berlubang maupun melapisi 1 gigi saja. Sehingga pemasangan veneer tidak harus dilakukan pada semua gigi. Namun hal ini tergantung dari budget maupun kebutuhan pasiennya.

Sebelum melakukan tindakan medis ini maka Anda diharuskan untuk mengkonsultasikan kepada dokter agar bisa menemukan saran yang tepat. Veneer gigi untuk saat ini memang sedang populer. Namun sayangnya tidak sembarang orang dapat menggunakannya.