Menangkap Peluang Bisnis Sepatu Ceker Ayam yang Sedang Digemari

Dunia fashion memang tidak pernah ada habisnya untuk dibahas. Ada saja ide kreatif para penemu, dan menjadikannya trending. Kali ini trend fashion datang dari inovasi seorang pria, yang berhasil menjadikan kulit ceker sebagai item sepatu. Hal tersebut memberi kesempatan bisnis Sepatu ceker ayam dan melambungkan namanya di kancah internasional. Baerikut ulasan terkait peluang bisnis yang bisa ditangkap, untuk raih profit.

Membaca Prospek Bisnis dari Dunia Fashion
Saat anda memakan ayam pasti bagian cekernya dipisahkan, dengan tujuan dijual kembali. Harga ceker ayam bila dijualkan kembali dibanderol sangat murah. Bahkan bagi yang tidak menyukainya, tidak ragu untuk langsung membuang ceker. Namun di tangan seorang pemuda ceker ayam dikreasikan menjadi bahan sepatu. Jika dilihat mungkin terlihat biasa saja, namun siapa yang tahu bisnis ini ternyata sudah merambah fashion internasional.

Ide tersebut muncul dari keresahan pemuda, bernama Nurman Farieka Ramadhany. Saat itu Nurman prihatin melihat satwa langka yang dibunuh, lalu kulitnya dijadikan material untuk suatu item fashion. Hal tersebut menjadikan hewan sering mati dibunuh oleh okbum-oknum tidak bertanggung jawab. Berangkat dari situlah ide sepatu ceker ayam tercipta, dan digemari masyarakat. Mengapa pilih ayam? Karena Nurman berpikir saat itu populasi ayamlah yang masih banyak.

Jika dilihat motif ceker ayam seperti kulit ular atau buaya, hanya saja teksturnya lebih empuk. Namun tidak mungkin jika terus memburu ular dan buaya, yang mana populasinya semakin sedikit. Berbeda dengan keberedaan ceker ayam yang hampir dikonsumsi banyak orang. Selain itu ayam merupakan hewan ternak, yang berkembang biak dengan cepat. Jadi bukan suatu masalah, apabila mengolah ceker ayam menjadi barang layak jual.

Sebelum menjajal material ceker ayam, Nurman mencoba kulit ikan nila, ikan pari hingga kodok. Namun pada saat itu sepi peminat, akhirnya Ia mencoba kreasi sepatu dari  ceker ayam. Hanya dalam jangka waktu beberapa bulan, sepatu buatannya meledak di pasaran. Bahkan menjadi satu item yang selalu dicari oleh pasaran. Tidak hanya pasar domestik saja, Nurman juga berhasil menembus pasar internasional. Dan kini sepatu ceker ayam miliknya sudah menjadi trend fashion dunia.

Proses pengolahan ceker ayam menjadi sepatu masih manual, tidak menggunakan teknologi canggih apapun. Kulit kaki ayam yang memiliki tekstur tipis dan licin, sehingga saat proses pelepasan kulitnya harus sangat hati-hati. Perlu menggunakan serbuk abu agar kulit tidak mudah sobek. Sebelumnya dilakukan proses pemilihan ceker terlebih dahulu, yang ukurannya besar tidak dipakai. Karena akan menyulitkan proses pembuatan, pilih yang ukurannya kecil dan agak ramping.

Setelah dilepas dari kaki ayam kulit ceker tersebut dicuci bersih, lalu dijemur sampai kering. Kemudian selepas kering kulit ceker dikasih warna, sesuai dengan pesanan pelanggan. Baru setelahnya tinggal tempel dan susun kulit sesuai dengan pola. Butuh waktu 10 hari untuk membuat sepatu ceker ayam. Mengingat rumitnya proses pembuatan, harga per sepatunya dipatok 500 ribu hingga 1 juta rupiah. Keuntungan yang didapatkan tidak tanggung-tanggung, Nurman berhasil meraup omset 60 juta per bulan.

Berbicara dunia fashion pasti ada saja ide uniknya, dan selalu menjadi trending dunia. Kali ini trend fashion datang dari Indonesia, yang berhasil dengan produk sepatu dari ceker ayam. Desainnya yang unik berhasil menyita perhatian minat fashion, dan kini usaha tersebut sudah merambah pasar internasional. Tidak seperti motif ular dan buaya, motif ceker ayam tidak akan menyebabkan kelangkaan. Selain itu menghasilkan profit yang tinggi.